RANCANG USAHA MU
MEMBUAT RENCANA USAHA (BUSINESS PLAN)
Informasi Dasar
Nama usaha
Jenis usaha
Deskripsi singkat usaha
Contoh :
Nama Usaha : “Tomato Sweet Candy”
Jenis Usaha : Usaha Camilan
Deskripsi singkat Usaha : Kami menjual produk camilan sejenis permen yang bernama “Tomato Sweet Candy”
Camilan ini memanfaatkan sumberdaya dari bahan baku yang tersedia di pasaran yang begitu melimpah. Seperti tomat, Gula Pasir, Air kapur, Garam, Air.
B. Produk Usaha
Bagian ini berisi penjelasan mengenai produk usaha yang akan dijual yaitu: a) Produk (barang/jasa) yang akan ditawarkan kepada konsumen
b) Keunggulan/keunikan masing-masing produk
c) Perbandingan produk yang ditawarkan dengan produk sejenis yang dijual oleh perusahaan lain
d) Jumlah produksi dari produk yang akan ditawarkan
e) Kemana saja produk-produk tersebut akan dijual (distribusi)
C. Kegiatan Utama (Key Activities)
Bagian ini berisi penjelasan mengenai kegiatan-kegiatan utama apa saja akan dilakukan dalam usaha-mu, serta siapa yang akan melakukan kegiatan tersebut.
No
Kegiatan Utama
Pelaksana Tugas
1.
Membeli Bahan Baku
Merry, Rina
2.
Menyiapkan Peralatan
Achmad
3.
Menyiapkan Bahan
Merry, Rina dan Achmad
4.
Proses Memasak
Merry, Rina
5.
Pengeringan
Ahmad
6.
Pengemasan
Ahmad, Rina
7.
Pemasaran
Merry, Rina dan Achmad
D. Sumber Daya Utama (Key Resource)
Bagian ini berisi penjelasan mengenai sumber daya apa saja yang dibutuhkan dalam keseluruhan proses usaha. Sumber daya yang dimaksud di sini berupa alat, bahan, maupun tenaga kerja yang dilibatkan dalam keseluruhan proses usaha.
Bahan
Alat
Tomat
Wajan
Gula Pasir
Baskom
Air kapur
Sendok Penggorengan
Garam
Tabung LPG
Pisau
Sendok Makan
Tampah
E. Target Konsumen
Bagian ini berisi penjelasan mengenai siapa saja calon konsumen yang akan menjadi target pemasaran usaha Anda.
No
Spesifik Konsumen
Kelompok Konsumen
1.
UTM
Seluruh Mahasiswa UTM
2.
Graha Trunojoyo
Anak Kost
3.
Telang
Anak Kost
Warga
Anak-anak
F. Strategi Pemasaran
Bagian ini berisi penjelasan mengenai cara memasarkan produk agar dapat diketahui oleh konsumen, serta mampu manarik hati konsumen untuk membeli.
Produk
Harga Jual
Target Pemasaran
Promosi
Tomato Sweet Candy
Rp.8000
Mahasiswa UTM
Warga Sekitar Telang
Estetika
(Instagrameble)
G. Rencana Keuangan
Bagian ini berisi penjelasan mengenai item-item atau hal-hal apa saja yang akan dikeluarkan untuk keberlangsungan usaha, beserta perkiraan biaya yang akan dikeluarkan. Komponen ini meliputi bagian produksi, pemasaran, operasional, distribusi, dan semua proses usaha. Tidak usah diisi jika tidak ada dalam usaha yang Anda jalankan.
No
Item
Biaya
1
Biaya Peralatan dan Biaya lain untuk memulai
Rp.588.000
2
Biaya Operasional
Rp.193.000
3
Biaya Produksi
Rp.49.000
4
Biaya Pemasaran
Rp.98.000
TOTAL
Rp.928.000
Setelah membuat detail biaya diatas, selanjutnya dapat dibuat perhitungan biaya modal yang dibutuhkan untuk memulai usaha. Hal ini untuk mengetahui berapa banyak modal yang dibutuhkan, serta dari mana saja modal tersebut diperoleh.
Kebutuhan Modal (Sesuai dengan total perencanaan keuangan)
Rp….
(I)
Diperoleh dari :
Bantuan dana program JAPRI
Modal pribadi
….
Rp.100.000
TOTAL
Rp.100.000
Sumber : Usaidjaprimodul2017
Assalamualaikum Wr. Wb. sebelumnya saya berterima kasih kepada anda yang telah berkunjung di blog saya.beribu apresiasi saya haturkan kepada anda yang rela meluangkan waktunya. semooga coretan - coretan bermanfaat. dukung saya dengan like, ikuti / follow dan sebarkan ke teman - teman anda. terima kasih, Wassalamualaikum Wr. Wb.
Minggu, 06 Oktober 2019
Jumat, 04 Oktober 2019
RANCANG KEUANGAN USAHA MU
RANCANG
KEUANGAN USAHA MU
KEUANGAN
PRIBADI DAN KEUANGAN USAHA
Bagi para pengusaha yang baru membangun suatu usaha,
memisahkan keuangan pribadi dengan keuangan usaha sering diabaikan. Padahal itu
adalah hal yang sangat penting. Ada beberapa alasan mengapa banyak orang senang
mencampur keuangan pribadi dengan keuangan usaha. Penyebab utamanya adalah
merasa bahwa uang yang digunakan untuk usaha adalah uang pribadi.
Berikut ini
adalah tips sederhana untuk membuat keuangan usaha dan keuangan pribadi menjadi
sehat dan seimbang:
1. Pisahkan keuangan usaha
dengan keuangan pribadi
Biasakanlah
untuk memisahkan keuangan usaha dengan keuangan pribadi sedari dini. Walaupun
saat ini bisnis yang sedang dijalankan masih terbilang kecil, namun keuangan
usaha harus tetap dikelola dan dipisahkan dari keuangan pribadi agar tidak
mengganggu perkembangan usaha kedepannya.
2. Tentukan jumlah uang yang
akan digunakan untuk kebutuhan usaha
Setelah memisahkan antara
keuangan usaha dan keuangan pribadi, tentukan berapa jumlah uang yang akan
digunakan untuk kebutuhan usaha. Hal ini sangat berguna untuk merencanakan
keuangan usaha kita. Jika jumlah uangnya tidak jelas, maka arus kas usaha kita
pun akan tidak jelas.
3. Catat pengeluaran dan
pemasukan dengan rapi
Catatlah semua
uang yang keluar dan masuk didalam sebuah pembukuan. Adanya pembukuan bertujuan
untuk mengontrol jumah uang yang keluar dan uang yang masuk.
4. Kurangi resiko dengan cara
menghindari hutang
Mengembangkan
usaha dengan cara berhutang, memang diperbolehkan. Namun kita juga harus
waspada, karena jika kondisi keuangan usaha kurang baik, beban cicilan hutang
hanya akan memperburuk keadaan usaha, bahkan dapat juga memperburuk keuangan
pribadi.
5. Gaji diri sendiri
Merasa bahwa uang usaha
berasal dari uang pribadi akan membuat seorang pengusaha merasa boleh
menggunakan keuntungan untuk keperluan pribadi. Padahal itu akan membuat
pengusaha tersebut kehabisan modal. Jalankan dengan profesional, gaji diri
sendiri agar tidak mengambil keuntungan secara bebas dan membuat modal habis.
Memisahkan uang usaha dan pribadi artinya bukan
berarti kita tidak boleh menggunakan hasil usaha untuk kepentingan pribadi.
Akan tetapi, yang harus diatur adalah berapa yang boleh diambil untuk memenuhi
kebutuhan pribadi, berapa yang seharusnya tetap disimpan sebagai modal berputar
atau pengembangan usaha dan berapa untuk membayar cicilan hutang. Bagaimana caranya?
1. Melakukan Pencatatan
Lakukan
pencatatan dengan rapi setiap transaksi setiap harinya. Periksa kembali catatan
Anda setiap minggu untuk menghitung berapa uang yang digunakan untuk
memproduksi barang, berapa uang yang didapat dari hasil penjualan, dan berapa
keuntungan setiap hari dan minggunya, sehingga dapat diketahui keuntungan yang
diperoleh dalam sebulan.
2. Alokasi Dana
Dari
keuntungan yang diperoleh, bagilah kedalam beberapa pos sesuai dengan
kebutuhan. Misalnya:
1. 2.5% untuk
zakat
2. 10% untuk
ditabung
3. 50% untuk
belanja keluarga dan pribadi
4. 25% untuk
membayar cicilan hutang
5. 12.5% untuk tabungan
usaha atau pengembangan usaha
Jika
ingin menikmati jumlah uang yang pasti/tetap untuk kebutuhan pribadi dan
keluarga, maka tentukanlah nilanya bukan berdasarkan persentase tapi
berdasarkan nominal. Misalnya 1 juta rupiah sebulan. Penentuan jumlah ini harus
disesuaikan dengan kebutuhan lainnya.
3. Memisahkan Uang Usaha dan
Uang Pribadi
Uang usaha
dianggap sebagai uang pribadi karena usaha 100% milik sendiri. Berdasarkan
anggapan tersebut, pengaturan keuangan untuk kepentingan pribadi dan
kepentingan usaha pun disatukan oleh pengusaha. Hal ini akan berdampak buruk
terhadap perkembangan usaha dan keuangan pribadi.
Selain itu,
pemisahan tersebut harus diikuti komitmen untuk tidak mengambil uang usaha
untuk kepentingan pribadi. Untuk langkah ini ada baiknya pengusaha
mempersiapkan lebih dari satu rekening bank/celengan. Jadi, rekening untuk
kepentingan usaha dengan rekening untuk kepentingan pribadi dibuat terpisah.
Jika suatu saat pengusaha terpaksa mengambil uang usaha untuk kepentingan
pribadi, sebaiknya hal tersebut dicatat sebagai hutang dan harus segera
diganti.
4. Memisahkan Uang Usaha dan
Uang Pribadi
Bukalah
rekening di bank khusus untuk usaha yang dijalankan. Pastikan setiap transaksi
jual beli kegiatan usaha menggunakan rekening ini. Buka juga rekening bank
khusus untuk kebutuhan pribadi. Dengan demikian pemisahan keuangan akan lebih
mudah. Tentunya harus disiplin dan tidak tergoda untuk menggunakan uang usaha
dalam keadaan apapun.
Adanya
rekening yang terpisah akan membantu pengusaha melihat pertumbuhan usahanya,
baik dari sisi perputaran modal, maupun pertumbuhan modal. Di samping itu
pengusaha juga bisa mengetahui sudah berapa banyak biaya yang keluar untuk
usaha dan berapa pendapatan yang telah masuk, apakah usaha masih rugi (minus)
atau sudah untung (plus), dan kalaupun rugi (minus) apakah masih wajar atau
tidak dan sebagainya.
Tentu
saja tips – tips diatas tidak bisa berjalan tanpa adanya keseriusan pengusaha
untuk menjalankannya. Salah satu langkah konkrit dalam melakukan pemisahan
keuangan pribadi dan usaha adalah dengan melakukan pencatatan keuangan
sederhana. Berikutnya akan akan dibahas materi mengenai pencatatan keuangan.
MENGELOLA
KEUANGAN USAHA
Dalam menjalankan usaha,
pengelolaan keuangan menjadi hal utama yang harus diperhatikan. Pengelolaan
keuangan yang baik, akan membuat usaha berjalan dengan baik. Sebaliknya,
pengelolaan keuangan yang buruk akan memperburuk perkembangan usaha, bahkan
bisa berdampak pada kehidupan pribadi. Sebagai pengusaha pemula, pengelolaan
keuangan menjadi tantangan tersendiri. Akan tetapi, hal ini amat sangat bisa
dipelajari, sehingga dapat dengan mudah dipraktekan pada usaha.
Pengelolaan
keuangan adalah cara mengelola keuangan yang ada di dalam usaha. Keuangan yang
dimaksud disini meliputi uang masuk (modal, penjualan, dan lain-lain) dan uang
keluar (pembelian alat, bahan baku, hutang, dll). Pengaturan keuangan dapat
dilakukan salah satunya dengan pencatatan keuangan. Pencatatan dilakukan agar pengusaha dapat
mengontrol pengeluaran dan apakah pengeluaran yang dilakukan memang dibutuhkan
atau tidak. Berikut adalah tabel yang digunakan untuk pencatatan saat masa
operasional usaha.
PENCATATAN
KEUANGAN
Nama
Usaha : Tomato Sweet Candy
Bulan : September
Mata Uang : Rupiah
1. Pada 13 September 2019 kita
mengeluarkan uang sebesar Rp.21.000 yang di gunakan untuk pembelian bahan baku
produksi yang dibayarkan saudara Merry.
2. Pada 15 September kita
mengeluarkan uang sebesar Rp.20.000 yang digunakan untuk membeli kardus sebagai
pengemasan produk yang dibayarkan oleh saudara Achmat.
PEMASARAN
PEMASARAN
MENGEMBANGKAN STRATEGI PEMASARAN YANG EFEKTIF
Strategi adalah cara-cara yang
dilakukan dengan kemampuan yang dimiliki untuk mencapai apa
yang diinginkan (tujuan). Sedangkan Pemasaran adalah kegiatan-kegiatan yang terdiri dari menentukan harga jual, menetapkan pangsa atau segmen konsumen, memilih jalur penjualan, mempromosikan produk ditujukan terhadap segmen konsumen yang dipilih. Jadi, Strategi pemasaran merupakan cara-cara yang dilakukan dengan kemampuan yang dimiliki untuk menentukan harga jual, menetapkan pangsa atau segmen konsumen, memilih jalur penjualan, mempromosikan produk ditujukan terhadap segmen konsumen yang dipilih. Suatu strategi pemasaran yang efektif bertujuan agar pemasaran yang kita lakukan benar-benar dapat menginformasikan produk yang kita jual dan dipahami dengan jelas oleh target konsumen kita.
yang diinginkan (tujuan). Sedangkan Pemasaran adalah kegiatan-kegiatan yang terdiri dari menentukan harga jual, menetapkan pangsa atau segmen konsumen, memilih jalur penjualan, mempromosikan produk ditujukan terhadap segmen konsumen yang dipilih. Jadi, Strategi pemasaran merupakan cara-cara yang dilakukan dengan kemampuan yang dimiliki untuk menentukan harga jual, menetapkan pangsa atau segmen konsumen, memilih jalur penjualan, mempromosikan produk ditujukan terhadap segmen konsumen yang dipilih. Suatu strategi pemasaran yang efektif bertujuan agar pemasaran yang kita lakukan benar-benar dapat menginformasikan produk yang kita jual dan dipahami dengan jelas oleh target konsumen kita.
·
Manfaat strategi pemasaran
- Merencanakan produk dan membuat produk yang benar-benar dibutuhkan oleh konsumen.
- Menentukan harga jual yang tepat.
- Mempromosikan produk dengan cara dan saluran media yang tepat.
·
Bauran Pemasaran (Marketing Mix)
Bauran pemasaran merupakan strategi pemasaran yang lazim digunakan biasanya juga dikenal dengan istilah 4P, yaitu product (produk), price (harga),place (tempat penjualan/jalur distribusi), dan promotion (promosi).
Bauran pemasaran merupakan strategi pemasaran yang lazim digunakan biasanya juga dikenal dengan istilah 4P, yaitu product (produk), price (harga),place (tempat penjualan/jalur distribusi), dan promotion (promosi).
- Product (produk) adalah sesuatu yang ditawarkan ke calon konsumen, baik berupa
barang maupun jasa. Hal-hal yang termasuk product meliputi: variasi, kualitas,
desain,merek, dan kemasan. Misal produk dari Tomato Sweet Candy yaitu Produk Permen yang berasal dari tomat segar
- Price (harga) adalah sejumlah uang yang harus dikeluarkan oleh calon konsumen untuk memiliki / menikmati barang atau jasa yang diinginkan. Hal-hal yang termasuk price meliputi: daftar harga dan diskon potongan harga. Misal produk dari Tomato Sweet Candy memiliki harga Rp 5.000/pcs
- Place (tempat penjualan / jalur distribusi) adalah merupakan lokasi atau tempat dimana calon konsumen bisa dengan mudah menjangkau atau mendapatkan barang atau jasa yang diinginkan. Hal-hal yang termasuk place meliputi: lokasi penjualan, wilayah penjualan, dan alat transportasi. Misal produk dari Tomato Sweet Candy akan di jual di daerah sekitar Kampus UTM. Pendistribusiannya kita distribusikan melalui teman- teman kelas, teman teman kos dan teman –teman organisasi.
- Promotion (promosi) adalah kegiatan-kegiatan atau cara yang dilakukan oleh pengusaha untuk mengenalkan barang atau jasa yang dijual dan menarik minat calon konsumen untuk membeli, termasuk media yang digunakan untuk promosi. Hal-hal yang termasuk promotion meliputi: brosur, poster, iklan di koran, majalah, radio, media online (facebook dan Instagram), spanduk, dan lain-lain. Misal produk dari Tomato Sweet Candy akan menggunakan strategi proosi dengan cara memasang pamflet dan untuk mempromosikannya menggunakan media social
·
Hal yang perlu dipertimbangkan sebelum menerapkan 4P, yaitu:
1. Solusi
Pelanggan (Customer Solution). Barang atau jasa yang dijual harusnya dapat membantu dan mampu menyelesaikan masalah konsumen.
2. Biaya
Pelanggan (Customer Cost). Barang atau jasa yang akan dibayarkan oleh
konsumen untuk membeli produk tersebut harus sesuai atau setara dengan
kebutuhan atau keinginannya.
3. Kenyamanan
(Convenience). Barang atau jasa tersebut mampu menyenangkan
konsumen karena mudah diperoleh di mana-mana.
4. Komunikasi
(Communication). Pengusaha dan konsumen dapat melakukan komunikasi baik sebelum
membeli, saat membeli, maupun sesudah pembelian barang atau jasa.
·
ANGGARAN PEMASARAN
Hal terpenting yang harus diingat oleh pengusaha adalah membuat
anggaran pemasaran yang sesuai dengan barang atau jasa yang akan dijual dan
calon konsumen yang dipilih. Anggaran pemasaran hanya mencakup biaya yang
timbul dari aktivitas pemasaran saja. Tidak termasuk aktivitas usaha yang lain,
seperti produksi. Anggaran pemasaran dapat bervariasi dari bulan ke bulan,
biasanya tergantung pada situasi dan kondisi usaha dan konsumen.
Contoh Anggaran Pemasaran dari produk Tomato Sweet Candy:
No
|
Komponen
|
Jumlah Barang
|
Harga Satuan
|
Harga
Total
|
1.
|
Kouta Internet
|
1
|
Rp. 88.000
|
Rp.
88.000
|
2.
|
Bensin
|
1
|
Rp. 10.000
|
Rp.
10.000
|
3.
|
Print Label
|
15
|
Rp. 1.000
|
Rp.
15.000
|
TOTAL
BIAYA
|
Rp 113.000
|
|||
Langganan:
Komentar (Atom)
Makalah Proses pembentukan perilaku konsumen
Makalah Proses pembentukan perilaku konsumen Pendahuluan : Pemahaman kebutuhan dan proses pembelian konsumen adalah sangat penting dala...
-
Assalamualaikum Wr. WB. Hai kalian ! Bagaimana kabar kalian ? saya harap kabar baik yang ku terima dari kalian. Di musibah kali ini ...
-
Nama : Achmat Zainuri Nim : 180321100075 Shift : B_1 Mahasiswa Mahasiswa itu manusia yang kuliah hanya dudu...