Minggu, 06 Oktober 2019

RANCANG USAHAMU

RANCANG USAHA MU
MEMBUAT RENCANA USAHA (BUSINESS PLAN)
Informasi Dasar
Nama usaha
Jenis usaha
Deskripsi singkat usaha
Contoh :
Nama Usaha : “Tomato Sweet Candy”
Jenis Usaha : Usaha Camilan
Deskripsi singkat Usaha : Kami menjual produk camilan sejenis permen yang bernama “Tomato Sweet Candy”
Camilan ini memanfaatkan sumberdaya dari bahan baku yang tersedia di pasaran yang begitu melimpah. Seperti tomat, Gula Pasir, Air kapur, Garam, Air.

B. Produk Usaha
Bagian ini berisi penjelasan mengenai produk usaha yang akan dijual yaitu: a) Produk (barang/jasa) yang akan ditawarkan kepada konsumen
b) Keunggulan/keunikan masing-masing produk
c) Perbandingan produk yang ditawarkan dengan produk sejenis yang dijual      oleh perusahaan lain
d) Jumlah produksi dari produk yang akan ditawarkan
e) Kemana saja produk-produk tersebut akan dijual (distribusi)

C. Kegiatan Utama (Key Activities)
Bagian ini berisi penjelasan mengenai kegiatan-kegiatan utama apa saja akan dilakukan dalam usaha-mu, serta siapa yang akan melakukan kegiatan tersebut.



No
Kegiatan Utama
Pelaksana Tugas

1.
Membeli Bahan Baku
Merry, Rina

2.
Menyiapkan Peralatan
Achmad

3.
Menyiapkan Bahan
Merry, Rina dan Achmad

4.
Proses Memasak
Merry, Rina

5.
Pengeringan
Ahmad

6.
Pengemasan
Ahmad, Rina

7.
Pemasaran
Merry, Rina dan Achmad


D. Sumber Daya Utama (Key Resource)
Bagian ini berisi penjelasan mengenai sumber daya apa saja yang dibutuhkan dalam keseluruhan proses usaha. Sumber daya yang dimaksud di sini berupa alat, bahan, maupun tenaga kerja yang dilibatkan dalam keseluruhan proses usaha.
Bahan
Alat

Tomat
Wajan

Gula Pasir
Baskom

Air kapur
Sendok Penggorengan

Garam
Tabung LPG


Pisau


Sendok Makan


Tampah



E. Target Konsumen
Bagian ini berisi penjelasan mengenai siapa saja calon konsumen yang akan menjadi target pemasaran usaha Anda.

No
Spesifik Konsumen
Kelompok Konsumen

1.
UTM
Seluruh Mahasiswa UTM

2.
Graha Trunojoyo
Anak Kost

3.
Telang
Anak Kost
Warga
Anak-anak


F. Strategi Pemasaran
Bagian ini berisi penjelasan mengenai cara memasarkan produk agar dapat diketahui oleh konsumen, serta mampu manarik hati konsumen untuk membeli.
Produk
Harga Jual
Target Pemasaran
Promosi

Tomato Sweet Candy
Rp.8000
Mahasiswa UTM
Warga Sekitar Telang
Estetika
(Instagrameble)


G. Rencana Keuangan
Bagian ini berisi penjelasan mengenai item-item atau hal-hal apa saja yang akan dikeluarkan untuk keberlangsungan usaha, beserta perkiraan biaya yang akan dikeluarkan. Komponen ini meliputi bagian produksi, pemasaran, operasional, distribusi, dan semua proses usaha. Tidak usah diisi jika tidak ada dalam usaha yang Anda jalankan.

No
Item
Biaya

1
Biaya Peralatan dan Biaya lain untuk memulai
Rp.588.000

2
Biaya Operasional
Rp.193.000

3
Biaya Produksi
Rp.49.000

4
Biaya Pemasaran
Rp.98.000

TOTAL
Rp.928.000


Setelah membuat detail biaya diatas, selanjutnya dapat dibuat perhitungan biaya modal yang dibutuhkan untuk memulai usaha.  Hal ini untuk mengetahui berapa banyak modal yang dibutuhkan, serta dari mana saja modal tersebut diperoleh.
Kebutuhan Modal (Sesuai dengan total perencanaan keuangan)
Rp….
(I)

Diperoleh dari :
Bantuan dana program JAPRI
Modal pribadi
….
Rp.100.000

TOTAL
Rp.100.000

Sumber : Usaidjaprimodul2017


Jumat, 04 Oktober 2019

RANCANG KEUANGAN USAHA MU


RANCANG KEUANGAN USAHA MU


KEUANGAN PRIBADI DAN KEUANGAN USAHA
Bagi para pengusaha yang baru membangun suatu usaha, memisahkan keuangan pribadi dengan keuangan usaha sering diabaikan. Padahal itu adalah hal yang sangat penting. Ada beberapa alasan mengapa banyak orang senang mencampur keuangan pribadi dengan keuangan usaha. Penyebab utamanya adalah merasa bahwa uang yang digunakan untuk usaha adalah uang pribadi.
Berikut ini adalah tips sederhana untuk membuat keuangan usaha dan keuangan pribadi menjadi sehat dan seimbang:
1.      Pisahkan keuangan usaha dengan keuangan pribadi
Biasakanlah untuk memisahkan keuangan usaha dengan keuangan pribadi sedari dini. Walaupun saat ini bisnis yang sedang dijalankan masih terbilang kecil, namun keuangan usaha harus tetap dikelola dan dipisahkan dari keuangan pribadi agar tidak mengganggu perkembangan usaha kedepannya.
2.      Tentukan jumlah uang yang akan digunakan untuk kebutuhan usaha
Setelah memisahkan antara keuangan usaha dan keuangan pribadi, tentukan berapa jumlah uang yang akan digunakan untuk kebutuhan usaha. Hal ini sangat berguna untuk merencanakan keuangan usaha kita. Jika jumlah uangnya tidak jelas, maka arus kas usaha kita pun akan tidak jelas.
3.      Catat pengeluaran dan pemasukan dengan rapi
Catatlah semua uang yang keluar dan masuk didalam sebuah pembukuan. Adanya pembukuan bertujuan untuk mengontrol jumah uang yang keluar dan uang yang masuk.
4.      Kurangi resiko dengan cara menghindari hutang
Mengembangkan usaha dengan cara berhutang, memang diperbolehkan. Namun kita juga harus waspada, karena jika kondisi keuangan usaha kurang baik, beban cicilan hutang hanya akan memperburuk keadaan usaha, bahkan dapat juga memperburuk keuangan pribadi.
5.      Gaji diri sendiri
Merasa bahwa uang usaha berasal dari uang pribadi akan membuat seorang pengusaha merasa boleh menggunakan keuntungan untuk keperluan pribadi. Padahal itu akan membuat pengusaha tersebut kehabisan modal. Jalankan dengan profesional, gaji diri sendiri agar tidak mengambil keuntungan secara bebas dan membuat modal habis.

Memisahkan uang usaha dan pribadi artinya bukan berarti kita tidak boleh menggunakan hasil usaha untuk kepentingan pribadi. Akan tetapi, yang harus diatur adalah berapa yang boleh diambil untuk memenuhi kebutuhan pribadi, berapa yang seharusnya tetap disimpan sebagai modal berputar atau pengembangan usaha dan berapa untuk membayar cicilan hutang.  Bagaimana caranya?
1.      Melakukan Pencatatan
Lakukan pencatatan dengan rapi setiap transaksi setiap harinya. Periksa kembali catatan Anda setiap minggu untuk menghitung berapa uang yang digunakan untuk memproduksi barang, berapa uang yang didapat dari hasil penjualan, dan berapa keuntungan setiap hari dan minggunya, sehingga dapat diketahui keuntungan yang diperoleh dalam sebulan.
2.      Alokasi Dana
Dari keuntungan yang diperoleh, bagilah kedalam beberapa pos sesuai dengan kebutuhan. Misalnya:
1. 2.5% untuk zakat
2. 10% untuk ditabung
3. 50% untuk belanja keluarga dan pribadi
4. 25% untuk membayar cicilan hutang
5. 12.5% untuk tabungan usaha atau pengembangan usaha
Jika ingin menikmati jumlah uang yang pasti/tetap untuk kebutuhan pribadi dan keluarga, maka tentukanlah nilanya bukan berdasarkan persentase tapi berdasarkan nominal. Misalnya 1 juta rupiah sebulan. Penentuan jumlah ini harus disesuaikan dengan kebutuhan lainnya.


3.      Memisahkan Uang Usaha dan Uang Pribadi
Uang usaha dianggap sebagai uang pribadi karena usaha 100% milik sendiri. Berdasarkan anggapan tersebut, pengaturan keuangan untuk kepentingan pribadi dan kepentingan usaha pun disatukan oleh pengusaha. Hal ini akan berdampak buruk terhadap perkembangan usaha dan keuangan pribadi.
Selain itu, pemisahan tersebut harus diikuti komitmen untuk tidak mengambil uang usaha untuk kepentingan pribadi. Untuk langkah ini ada baiknya pengusaha mempersiapkan lebih dari satu rekening bank/celengan. Jadi, rekening untuk kepentingan usaha dengan rekening untuk kepentingan pribadi dibuat terpisah. Jika suatu saat pengusaha terpaksa mengambil uang usaha untuk kepentingan pribadi, sebaiknya hal tersebut dicatat sebagai hutang dan harus segera diganti.
4.      Memisahkan Uang Usaha dan Uang Pribadi
Bukalah rekening di bank khusus untuk usaha yang dijalankan. Pastikan setiap transaksi jual beli kegiatan usaha menggunakan rekening ini. Buka juga rekening bank khusus untuk kebutuhan pribadi. Dengan demikian pemisahan keuangan akan lebih mudah. Tentunya harus disiplin dan tidak tergoda untuk menggunakan uang usaha dalam keadaan apapun.
Adanya rekening yang terpisah akan membantu pengusaha melihat pertumbuhan usahanya, baik dari sisi perputaran modal, maupun pertumbuhan modal. Di samping itu pengusaha juga bisa mengetahui sudah berapa banyak biaya yang keluar untuk usaha dan berapa pendapatan yang telah masuk, apakah usaha masih rugi (minus) atau sudah untung (plus), dan kalaupun rugi (minus) apakah masih wajar atau tidak dan sebagainya.

Tentu saja tips – tips diatas tidak bisa berjalan tanpa adanya keseriusan pengusaha untuk menjalankannya. Salah satu langkah konkrit dalam melakukan pemisahan keuangan pribadi dan usaha adalah dengan melakukan pencatatan keuangan sederhana. Berikutnya akan akan dibahas materi mengenai pencatatan keuangan.

MENGELOLA KEUANGAN USAHA
Dalam menjalankan usaha, pengelolaan keuangan menjadi hal utama yang harus diperhatikan. Pengelolaan keuangan yang baik, akan membuat usaha berjalan dengan baik. Sebaliknya, pengelolaan keuangan yang buruk akan memperburuk perkembangan usaha, bahkan bisa berdampak pada kehidupan pribadi. Sebagai pengusaha pemula, pengelolaan keuangan menjadi tantangan tersendiri. Akan tetapi, hal ini amat sangat bisa dipelajari, sehingga dapat dengan mudah dipraktekan pada usaha.
Pengelolaan keuangan adalah cara mengelola keuangan yang ada di dalam usaha. Keuangan yang dimaksud disini meliputi uang masuk (modal, penjualan, dan lain-lain) dan uang keluar (pembelian alat, bahan baku, hutang, dll). Pengaturan keuangan dapat dilakukan salah satunya dengan pencatatan keuangan.  Pencatatan dilakukan agar pengusaha dapat mengontrol pengeluaran dan apakah pengeluaran yang dilakukan memang dibutuhkan atau tidak. Berikut adalah tabel yang digunakan untuk pencatatan saat masa operasional usaha.
PENCATATAN KEUANGAN
Nama Usaha  : Tomato Sweet Candy
Bulan   : September
Mata Uang  : Rupiah
1.      Pada 13 September 2019 kita mengeluarkan uang sebesar Rp.21.000 yang di gunakan untuk pembelian bahan baku produksi yang dibayarkan saudara Merry.
2.      Pada 15 September kita mengeluarkan uang sebesar Rp.20.000 yang digunakan untuk membeli kardus sebagai pengemasan produk yang dibayarkan oleh saudara Achmat.





PEMASARAN


PEMASARAN
MENGEMBANGKAN STRATEGI PEMASARAN YANG EFEKTIF
Strategi adalah cara-cara yang dilakukan dengan kemampuan yang dimiliki untuk mencapai apa
yang diinginkan (tujuan)
. Sedangkan Pemasaran adalah kegiatan-kegiatan yang terdiri dari menentukan harga jual, menetapkan pangsa atau segmen konsumen, memilih jalur penjualan, mempromosikan produk ditujukan terhadap segmen konsumen yang dipilih. Jadi, Strategi pemasaran merupakan cara-cara yang dilakukan dengan kemampuan yang dimiliki untuk menentukan harga jual, menetapkan pangsa atau segmen konsumen, memilih jalur penjualan, mempromosikan produk ditujukan terhadap segmen konsumen yang dipilih. Suatu strategi pemasaran yang efektif bertujuan agar pemasaran yang kita lakukan benar-benar dapat menginformasikan produk yang kita jual dan dipahami dengan jelas oleh target konsumen kita.
·         Manfaat strategi pemasaran

  1.  Merencanakan produk dan membuat produk yang benar-benar dibutuhkan oleh konsumen.
  2.   Menentukan harga jual yang tepat.
  3.   Mempromosikan produk dengan cara dan saluran media yang tepat.

·         Bauran Pemasaran (Marketing Mix)
Bauran pemasaran merupakan strategi pemasaran yang lazim digunakan biasanya juga dikenal dengan istilah 4P, yaitu product (produk), price (harga),place (tempat penjualan/jalur distribusi), dan promotion (promosi).

  •      Product (produk) adalah sesuatu yang ditawarkan ke calon konsumen, baik berupa

barang maupun jasa. Hal-hal yang termasuk product meliputi: variasi, kualitas, desain,merek, dan kemasan. Misal produk dari Tomato Sweet Candy yaitu Produk Permen yang berasal dari tomat segar
  • Price (harga) adalah sejumlah uang yang harus dikeluarkan oleh calon konsumen untuk memiliki / menikmati barang atau jasa yang diinginkan. Hal-hal yang termasuk price meliputi: daftar harga dan diskon potongan harga. Misal produk dari Tomato Sweet Candy memiliki harga Rp 5.000/pcs
  • Place (tempat penjualan / jalur distribusi) adalah merupakan lokasi atau tempat dimana calon konsumen bisa dengan mudah menjangkau atau mendapatkan barang atau jasa yang diinginkan. Hal-hal yang termasuk place meliputi: lokasi penjualan, wilayah penjualan, dan alat transportasi. Misal produk dari Tomato Sweet Candy akan di jual di daerah sekitar Kampus UTM. Pendistribusiannya kita distribusikan melalui teman- teman kelas, teman teman kos dan teman –teman organisasi.  
  •   Promotion (promosi) adalah kegiatan-kegiatan atau cara yang dilakukan oleh pengusaha untuk mengenalkan barang atau jasa yang dijual dan menarik minat calon konsumen untuk membeli, termasuk media yang digunakan untuk promosi. Hal-hal yang termasuk promotion meliputi: brosur, poster, iklan di koran, majalah, radio, media online (facebook dan Instagram), spanduk, dan lain-lain. Misal produk dari Tomato Sweet Candy akan menggunakan strategi proosi dengan cara memasang pamflet dan untuk mempromosikannya menggunakan media social
·         Hal yang perlu dipertimbangkan sebelum menerapkan 4P, yaitu:

1. Solusi Pelanggan (Customer Solution). Barang atau jasa yang dijual harusnya dapat membantu dan mampu menyelesaikan masalah konsumen. 
2. Biaya Pelanggan (Customer Cost). Barang atau jasa yang akan dibayarkan oleh

        konsumen untuk membeli produk tersebut harus sesuai atau setara dengan kebutuhan atau keinginannya. 
3. Kenyamanan (Convenience). Barang atau jasa tersebut mampu menyenangkan

konsumen karena mudah diperoleh di mana-mana.
4. Komunikasi (Communication). Pengusaha dan konsumen dapat melakukan komunikasi baik sebelum membeli, saat membeli, maupun sesudah pembelian barang atau jasa.
·         ANGGARAN PEMASARAN
Hal terpenting yang harus diingat oleh pengusaha adalah membuat anggaran pemasaran yang sesuai dengan barang atau jasa yang akan dijual dan calon konsumen yang dipilih. Anggaran pemasaran hanya mencakup biaya yang timbul dari aktivitas pemasaran saja. Tidak termasuk aktivitas usaha yang lain, seperti produksi. Anggaran pemasaran dapat bervariasi dari bulan ke bulan, biasanya tergantung pada situasi dan kondisi usaha dan konsumen.
Contoh Anggaran Pemasaran dari produk Tomato Sweet Candy:
No
Komponen
Jumlah Barang
Harga Satuan
Harga Total
1.
Kouta Internet
1
Rp. 88.000
Rp. 88.000
2.
Bensin
1
Rp. 10.000
Rp. 10.000
3.
Print Label
15
Rp.   1.000
Rp. 15.000
TOTAL BIAYA
Rp 113.000

Makalah Proses pembentukan perilaku konsumen

  Makalah Proses pembentukan perilaku konsumen Pendahuluan : Pemahaman kebutuhan dan proses pembelian konsumen adalah sangat penting dala...