Kamis, 21 Januari 2021

UJIAN AKHIR SEMESTER MANAJEMEN PEMASARAN

Nama  : Achmat Zainuri

NIM     : 180321100075

Kelas   : Manajemen Pemasaran -B

Ujian Akhir Semester Manajeman Pemasaran

 

1.    Bagaimana Segmentasi, targeting dan positioning Produk Beras Merah Organik tsb.

Segmentasi   merupakan kegiatan atau proses yang mengenai indentifikasi beberapa segmen, penentuan dan pemilihan segmen, serta menciptakan ceruk pasar. Sehingga dari target segmen tersebut nantinya hasil dari penentuan segmentasi harus merupakan segmen yang secara nyata dan memang membutuhkan produk yang akan kita jual yang dilakukan. Untuk segmentasi produk beras merah organik akan dipasarkan kepada orang atau golongan yang memiliki kesadaran terhadap kesehatan, atau kalangan yang memiliki kesadaran akan pentingnya kesehatan, biasanya orang-orang tersebut merupakan orang-orang yang secara ekonomi memiliki daya beli yang lebih (menengah-atas) (Wijaya & Sirine, 2016). Kemudian segmen untuk beras merah organik nantinya akan dipasarkan untuk semua kalangan atau segala umur, atau dengan kata lain merupakan segmen keluarga menengah ke atas atau bisa dikatakan segmen keluarga mapan yang memiliki daya beli tinggi dan sadar akan kesehatan.

Selanjutnya targeting merupakan upaya atau langkah perusahaan dalam memasarkan produknya dan membedakannya dari kompetitor lain (berbeda dengan yang lain atau membedakan dirinya sendiri). Dalam kegiatan targeting ini perusahan usaha beras merah organik relatif masih sedikit dan pasif (umumnya konsumen mencari) bukan produsen mencari, kebutuhan pasar modern seperti bravo, giant, mall, pasar swalayan, atau supermarket lain juga sangat tinggi, sehingga kita harus lebih memperhatikan mengenai stabilitas kualitas produk dan stabilitas kontiunitas atau keberlanjutan produk dalam memenuhi kebutuhan pasar.

Kemudian positioning merupakan kegiatan merancang produk dan strategi pemasaran agar dapat menciptakan kesan tertentu yang diingat di benak konsumen sehingga konsumen mendapatkan kesan berbeda dengan produk lain (Dewi, Made Antara, & ketut Rantau, 2017). Mengenai positioning beras merak organic sendiri sekarang ini masih sedikit sedangkan kebutuhan pasar akan beras merah organic cukup tinggi, sehingga pasar masih terbuka lebar, dan persaingan masih relatif sedikit, sehingga demikian keunggulan kompetitif tetap diperlukan, produk beras merah organik yang dipasarkan merupakan beras yang asli organik, selain itu juga sebagai perusahaan atau produsen berusaha lebih dekat dengan konsumen dengan melakukan interaksi pasar misal sosialisasi produk organik di komunitas pecinta pangan organik dan sosialisasi kesehatan dan lain sebagainya.

2.    Bagaimana Bauran Pemasaran dari produk Beras Merah Organik tersebut agar tercapai target omzet.

Bauran pemasaran atau marketing mix sendiri merupakan alat-alat pemasran yang digunakan perusahaan untuk meyakinkan obyek pemasaran atau target pasar yang dituju dalam hal ini konsumen. Untuk menunjang tujuan tersebut maka ada kebijakan kebijkan yang harus dilakukan perusahaan nantinya seperto Produk ini adalah beras merah organik tersebut. Konsumen pada saat membeli sebuah produk bukan hanya sekesar untuk memiliki beras merah organic tersebut akan tetapi memang untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumen.

Untuk itu agar produk beras merah organic ini dapat menarik konsumen maka harus memperhatikan hal-hal berikut seperti : daya saing produk berdasarkan kualitas, produk harus dapat memenuhi kebutuhan real atau nyata konsumen, produk harus dapat berperan positif terhadap produk lain, produk harus  berperan positif terhadap citra perusahaan. Kemudian produk harus memiliki hak paten produk. Untuk meningkatkan permintaan terhadap produk juga dapat dilakukan dengan memperhatikan Packing atau kemasan pengemasan atau pembungkusan barang-barang dengan tujuan melindungi barang tidak rusak dan tetap utuh.

Seperti contohnya dengan kemasan beras merak organik dengan cara dikemas dengan vakum hal ini dilakukan dengan tujuan agar beras tidak ada udara serta terjaga dari bakteri sehingga dapat bertahan lama. Kemudian branding atau dengan symbol – symbol tertentu pada suatu produk agar produsen dapat memperkenalkan produknya dengan begitu konsumen dapat membedakan dengan produk lain.

Selanjutnya Labelling dengan mengunakan label pada sebuah produk yang membawa informasi secara verbal mengenai produk atau tentang penjualnya. Label merupakan bagian dari sebuah kemasan atau etika lepas yang ditempelkan pada produk contohnya premium, good dll. Tujuan diberikannya label adalah untuk mengidentifikasi produk atau merek, mengolongkan produk, menjelaskan beberapa hal mengenai produk, juga dapat digunakan sebagai alat untuk melakukan promosi. Kemudian garansi merupakan suatu jaminan yang diberikan produsen apabila barang atau produk yang telah dibeli tidak sesuai dengan pesanan, sehingga dengan adapanya garansi akan memberikan kepastian yang lebih meyakinkan konsumen.

Selanjutnya place atau lokasi hal ini berhubungan dengan dimana perusahaan harus memilih temoat untuk melakukan operasi atau kegiatannya. Sehingga pemilihan lokasi ini sangat penting karena lokasi nantinya dapat mempengaruhi biaya produksi. Dengan begitu ada beberapa hal yang harus diperhatikan untuk dipertimbangkan dalam memilih lokasi seperti akses yang terjangkau dengan adanya transportasi umum, visibolitas atau dekat dengan jalan raya, serta di sekitar khalayak ramai sehingga  memiliki pangsa pasar yang luas, lokasi parkir yang luas dan ama, lingkungan yang mendukung serta tetap denga memperhatikan lokasi pesaing.

Selanjutnya memperhatikan promotion atau promosi sendiri merupakan kegiatan memasarkan suatu produk hingga produk tersebut ke tangan konsumen. Kegiatatan promosi ini bertujuan untuk memberkan infromasi, menarik perhatian membidik dan meyakinkan calon konsumen akan adanya  manfaat serta keberadaan produk sehingga dapat meningkatkan penjualan. Hal – hal tersebut adalah yang perlu diperhatikan dalam bauran pemasaran produk beras merah organic sehingga target omzet Rp1.000.000.000 di bulan Januari bisa tercapai secara maksimal.

3.      Buatlah contoh media promosi beras merah organic dalam bentuk gambar yang siap diupload di media social

 


 

 


 

 


4.    Apabila perusahaan bermaksud untuk melakukan impor beras merah organic, analisis bagaimana daya saing beras merah organic di pasar asean

Sebelum melakukan impor beras merah organic hal yang perlu diperhatikan perusahan adalah Menentukan harga dan sistem perdagangan, Menentukan cara dan biaya pengiriman, Memilih jasa pengangkut barang atau freight forwarde, Memilih sistem pengiriman, mengansuransikan barang, Memahami peraturan pabea cukai, Menentukan cara bayar. Setelah memahami beberapa hal tersebut maka kita dapat melihat pesaing-pesaing dalam pasar asean.

Strategi yang harus dilakukan saat ini adalah harus memperbanyak negara dan memperbesar volume ekspor. Salah satu kiatnya dengan menambah wilayah binaan untuk mengembangkan lokasi berdaya saing dan bekerjasama dengan para pengusaha atau eksportir beras khususnya beras organic. Kementerian Pertanian menurut Suwandi telah melakukan upaya untuk hal itu, apalagi adanya program Gerakan Tiga Kali Lipat Ekspor (Gratieks) arahan Mentan Syahrul Yasin Limpo menjadi tugas utama untuk meningkatkan potensi ekspor produk pertanian saat ini. Sehingga produk beras merah organic sendiri memiliki daya saing dikancah laur negeri atau ASEAN.

  Kementan telah memberikan beberapa dukungan fasilitas seperti dengan bantuan sertifikasi bagi pertanian organik, uji mutu hasil produk pertanian, peningkatan SDM pembina mutu, pengajuan rancangan SNI sebagai sertifikasi jaminan mutu, serta bantuan alat pascapanen. Tahun 2021 Kementan akan tetap fokus pada pangan beras, dengan intervensi pemerintah 2,8 juta hektar akan ada preferensi fasilitasi kegiatan untuk padi lahan kering, padi sawah, padi rawa, padi tadah hujan, padi di daerah rawan stunting serta budidaya beras khusus dan premium.

 

Referensi

Dewi, N. P., Made Antara, M., & ketut Rantau, I. (2017). Strategi Segmenting, Targeting dan Positioning Pemasaran Beras Merah Organik Jatiluwih Bali di Provinsi Bali. E-Jurnal Agribisnis dan Agrowisata, Vol. 6, No. 4 ISSN: 2301-6523.

Wijaya, H., & Sirine, H. (2016). September 2016 Strategi Segmenting,Targenting, Positioning serta Strategi Harga pada Perusahaan Kecap Blekok Di Cilacap. AJIE - Asian Journal of Innovation and Entrepreneurship, Vol. 01, No. 03 (e-ISSN: 2477- 0574 ; p-ISSN: 2477-3824).

 

Sumber Berita : https://www.liputan6.com/bisnis/read/4408972/fokus-beras-khusus-kementan-kembangkan-daya-saing-ke-pasar-ekspor

Rabu, 13 Januari 2021

Manajemen Pemasaran Resume Pertemuan 15

Nama   : Achamat Zainuri

NIM    : 180321100075

Kelas   : Manajemen Pemasaran B

 

Mengevaluasi potensi dan peluang ekspor

 

1.      Konsep keunggulan kompetitif dari produk, meliputi harga, kualitas, kemasan serta biaya produksi

Keunggulan kompetitif adalah kemampuan perusahaan untuk memiliki kinerja yang jauh lebih tinggi dan unggul dibandingkan kompetitor dalam industri sejenis melalui karakteristik dan sumber daya yang dikelola secara maksimal. Suatu perusahaan dikatakan memiliki keunggulan jika mempunyai karakteristik, seperti kompetensi khusus, misalnya memiliki mutu yang baik, mempunyai saluran distribusi yang lebih lancar, penyerahan produk yang lebih cepat dan memiliki merek produk yang terkenal. Konsep ini diperkenalkan pertama kali pada tahun 1985 oleh Michael E. Porter, dimana Porter menjelaskan bahwa keunggulan kompetitif ialah jantung dari kinerja perusahaan di tengah persaingan yang semakin kompetitif serta bagaimana perusahaan mempraktikan berbagai strategis supaya lebih maju.  Keunggulan kompetitif menggambarkan situasi usaha memiliki kemampuan untuk mencapai keinginan konsumen dibanding pesaingnya. Proses keunggulan persaingan sangat sensitif karena sifatnya yang cepat dan berubah-ubah. Para pelaku dalam persaingan bisnis akan selalu berlomba-lomba untuk meningkatkan keunggulan kompetitif. Kunci keberhasilan untuk mampu bertahan di tengah persaingan terletak pada kemampuan perusahaan dalam membangun keunggulan kompetitifnya. Inovasi dan kewirausahaan dapat menjadi strategi perusahaan dalam membangun keunggulan kompetitif. Inovasi produk untuk membangun keunggulan kompetitif antara lain melalui keunggulan produk, keunikan produk, dan biaya produk.

1. Harga adalah suatu nilai tukar yang bisa disamakan dengan uang atau barang lain untuk manfaat yang diperoleh dari suatu barang atau jasa bagi seseorang atau kelompok pada waktu tertentu dan tempat tertentu. harga juga mempengaruhi konsumen dalam memilihi suatu produk

2. Kualitas produk adalah suatu kondisi fisik, sifat, dan fungsi produk, baik itu produk barang atau produk layanan jasa, berdasarkan tingkat mutu yang disesuaikan dengan durabilitas, reliabilitas, serta mudahnya penggunaan, kesesuaian, perbaikan serta komponen lainnya yang dibuat untuk memenuhi kepuasan konsumen. apabila seorang konsumen merasa puas dengan suatu produk hal ini merupakan keunggulan kompetitif yang dimilki produk.

3. Kemasan merupakan desain kreatif yang di dalamnya berisi bentuk, struktur, warna, citra hingga tipografi dari sebuah produk. hal ini mempengaruhi konsumen untuk memilih membeli produk atau memiliki nilai lebih dengan pesaingnya

4.  Biaya produksi adalah biaya-biaya yang dikeluarkan atau dilakukan ketika sedang dalam proses produksi. Dengan biaya produksi yang minim akan dapat meningkatkan keunttunggan yang di dapat.

2.      Ciri-ciri pasar potensial dengan pendekatan permintaan dan penawaran

·         Pendekatan Permintaan

Pendekatan permintaan ini merupakan metode untuk dapat mengetahui kondisi maupun potensi yang dimiliki pangsa pasar tertentu. Pendekatan Permintaan merupakan pendeketan yang lebih menekankan tentang kebutuhan manusia yang sampai sekarang belum sepenuhnya terpenuhi atau kemungkinan sudah terpenuhi namun kurang memuaskan. Melalui pendekatan penawaran wirausaha juga dapat mengidentifikasi banyaknya pesaing yang membuat produk/jasa yang sama.

·         Pendekatan Penawaran

Pendekatan penawaran berawal dari kemampuan wirausaha dalam membuat suatu produk/barang, memberikan pelayanan jasa atau gabungan dari keduanya. Dari sini barulah mulai mencari adakah pasarnya atau orang-orang yang membutuhkannya. Melalui pendekatan penawaran wirausaha juga dapat mengidentifikasi banyaknya pesaing yang membuat produk/jasa yang sama.

Terdapat beberapa ciri-ciri peluang usaha yang potensial, antara lain:

·         Mempunyai nilai jual tinggi.

·         Bukan hanya sekedar ambisi tetapi harus bersifat nyata.

·         Bisa bertahan lama atau berkelanjutan di pasar.

·         Skala usaha itu dapat diperbesar atau ditingkatkan.

·          

3.      Bagaimana ciri dan teknis dalam menentukan ceruk pasar

Pasar Ceruk atau Niche Market merupakan suatu model bisnis memiliki target unutk melayanu serta menyasar segmen pelanggan yang spesifik dan terspesialisasi. Proporsi nilai saluran distribusi dan hubungan pelanggan dibuat khusus untuk kebutuhan spesifik pasar ceruk. Strategi ceruk pasar (niche market) adalah rencana bisnis yang fokus pada peluang usaha untuk menggapai satu kelompok konsumen dan satu segmen populasi yang terdefinisi dengan baik. Mulai dari kisaran harga, kualitas produksi yang sesuai dengan demografi target konsumen. Hal yang harus menjadi catatan bahwa terkadang ceruk pasar itu adalah buatan atau rekayasa dengan mengidentifikasi kebutuhan kelompok masyarakat tertentu. Untuk mengindentifikasi serta menemukan peluang untuk menggapai konsumen yang tergolong ke dalam ceruk pasar sebagai berikut :

1.      Temukan Keunggulan dan Daya Tarik Produk

2.      Lakukan Riset Untuk Mengetahui Peluang Pasar

3.      Kenali Calon Target Konsumen Lebih Dalam

4.      Pilih Target Segmen Pasar dan Selalu Lakukan Evaluasi

 

4.      Ciri-ciri produk yang marketable untuk ekspor

·         laku dipasaran dunia

·         barang mudah diganti dengan tidak mengubah kualitas

·         barang dapat diperjualbelikan dalam jumlah besar

·         persediaan barang cukup dan pengadaannya secara berkala

·         barang sudah ditetapkan dengan keputusan Menteri

·         memiliki kualitas yang tinggi

·         dapat memenuhi kebutuhan konsumen

·         harganya dapat dipenuhi konsumen

 

Makalah Proses pembentukan perilaku konsumen

  Makalah Proses pembentukan perilaku konsumen Pendahuluan : Pemahaman kebutuhan dan proses pembelian konsumen adalah sangat penting dala...