Nama : Achmat Zainuri
NIM : 180321100075
Kelas : Manajemen Pemasaran – B
Bauran Promosi
1. Konsep Inti Promosi
Promosi merupakan salah satu jenis komunikasi yang sering dipakai oleh pemasar. Sebagai salah satu elemen bauran promosi, promosi penjualan merupakan unsur penting dalam kegiatan promosi produk. Definisi promosi penjualan menurut American Marketing
Association (AMA), yang dikutip dari buku Sutisna adalah berikut. “Sales promotion is media and non media marketing pressure applied for a predetermined, limited period of time in order to stimulate trial, increase consumer demand, or improve product quality.”
Dari definisi di atas menunjukkan bahwa, promosi merupakan upaya pemasaran yang bersifat media dan non media untuk merangsang coba-coba dari konsumen, meningkatkan permintaan dari konsumen atau untuk memperbaiki kualitas produk. Tujuan utama promosi adalah memberi informasi, menarik perhatian, dan selanjutnya memberi pengaruh meningkatnya penjualan. Tujuan promosi lain menurut Alma adalah memperoleh perhatian, mendidik, mengingatkan, dan meyakinkan calon consume.
2. Bentuk bentuk Promosi
a. Pameran Dagang atau expo adalah sebuah pameran yang diadakan sehingga perusahaan dari industri tertentu dapat memamerkan dan mendemonstrasikan produk dan layanan terbaru mereka, mempelajari aktivitas pesaing dan mengikuti tren dan kesempatan baru.
b. In house Promotion, suatu kegiatan pemasaran atau promosi yang dilakukan di dalam suatu perusahaan.
c. Periklanan, Periklanan merupakan bentuk presentasi dalam promosi non pribadi tentang ide, barang dan jasa yang dibayar oleh sponsor tertentu.
d. Public Reletion, sesuatu yang merangkum keseluruhan komunikasi yang terencana, baik itu ke dalam maupun ke luar, antara suatu organisasi dengan semua khalayaknya dalam rangka mencapai tujuan-tujuan spesifik yang berlandaskan pada saling pengertian
e. Familiarisation, proses mempromosikan atau menawarkan suatu produk dengan cara menawarkan pengalaman menjadi akrab dengan sesuatu. pengenalan. pengalaman - akumulasi pengetahuan atau keterampilan yang dihasilkan.
f. Singage, representasi visual dari informasi yang ditampilkan untuk menyampaikan pesan penjual kepada konsumen tertentu.
g. Tampilan atau Display, penataan suatu produk sehingga dapat menarik konsumen untuk membelinya.
3. Pemilihan Media Iklan
Dalam pemilihan media keputusan haruslah bersifat obyektif. Adapun kriteria evaluasi untuk menilai obyektivitas tersebut adalah:
a. Thoroughness, yaitu apakah pembuat keputusan benar–benar memperhatikan semua aspek dalam proses pemilihan media.
b. Progressiveness, yaitu apakah media yang dipilih mempunyai dampak yang maksimal.
c. Measure–mindedness, yaitu apakah pengambil keputusan mempertimbangkan berbagai aspek dari ekspor, seperti kualitas khalayak, jangkauan frekuensi dan sebagainya.
d. Practically, apakah pengambil keputusan benar – benar berdasarkan fakta, bukan berdasarkan emosi semata.
e. Optimistic, apakah proses pemilihan media tersebut memberikan masukan bagi pengalaman pengambil keputusan.
Macam macam media iklan meliputi media iklan cetak, media elektronik, media luar ruang, media lini bawah.
4. Faktor faktor yang mempengarhui bentuk promosi
Ada empat faktor yang harus diperhatikan dalam menentukan bentuk promotion mix, yaitu: dana yang tersedia, sifat pasaran, sifat produk dan tahap daur hidup produk.
a. Dana yang tersedia, Suatu perusahaan dengan dana yang cukup, akan dapat membuat program periklanan yang lebih berhasil guna dari pada perusahaan dengan dana yang terbatas. Perusahaan kecil dengan keuangan yang lemah lebih mengandalkan penjualan personal, pameran pada took dealer atau periklanan bersama produsen pengecer.
b. Sifat Pasar Sifat pasar yang berpengaruh dalam promotion mix antara lain adalah: Luas geografis pasaran,jenis pelanggan, konsentrasi pasaran.
c. Sifat produk, Dalam golongan produk konsumen, promotion mix dipengaruhi sifat produk dan cara produk tersebut dibeli, dikonsumsi dan dipersepsikan.
d. Faktor bauran pemasaran
· Harga yang tinggi sering dianggap konsumen berkorelasi positif dengan kualitas yang juga tinggi, sehingga penggunaan iklan untuk kasus ini akan lebih tepat karena untuk mengkomunikasikan kualitas dari produk – produk yang harganya mahal.
· Jika dalam pendistribusian yang dilakukan adalah distribusi langsung, maka sesuai dengan karekteristik distribusi langsung maka cara yang dipilih sebaiknya adalah personal selling. Sedangkan untuk distribusi tidak langsung maka yang dibutuhkan adalah iklan karena armada penjualan yang dipakai jumlahnya terbatas.
5. Strategi promosi dengan melihat siklus hidup produk
A. TAHAP PERKENALAN
Situasi Pasar : Pelanggan tidak menyadari bahwa mereka menghendaki produk dan bagaimana mereka mengambil manfaat produk.
Situasi Promosi : Memberikan informasi dan Pendidikan kepada pelanggan potensial. Menerangkan bahwa produk tersebut ada dan manfaat apa yang berguna untuk pemenuhan kebutuhan. Pada tahap ini penjual harus merangsang permintaan primer, permintaan akan suatu jenis produk yang harus dibedakan dari permintaan selekitif (permintaan akan merk tertentu). Cara yang biasa digunakan pada tahap ini adalah penjualan personal, pameran dagang dan calon pembeli mendatangi untuk lebih mengenal produk. Produsen lebih mengandalkan penjualan personal untuk menghimbau perantara memperdagangkan produk baru.
B. TAHAP PERTUMBUHAN
Situasi Pasar : Pelanggan mulai menyadari manfaat produk. Produk cukup laku dan perantara ingin menanganinya.
Situasi Promosi : Menstimulasi permintaan selektif (merk). Lebih menekankanpentingnya periklanan. Perantara bertambah besar dalam menanggung beban periklanan.
C. TAHAP KEMATANGAN
Situasi Pasar : Persaingan meningkat dan kurva penjualan mulai mendatar.
Situasi Promosi : Periklanan dipergunakan sebagai alat untuk menghimbau, membujuk dan bukan hanya sekedar informasi. Persaingan yang tajam mengharuskan penjual menyediakan dana yang lebih besar untuk periklanan.
D. TAHAP MUNDURNYA PENJUALAN
Strategi Pasar : Penjualan dan laba mulai menurun. Produk baru yang lebih baik mulai memasuki pasar.
Strategi Promosi : Semua usaha promosi sebaiknya banyak dikurangi, kecuali jika ingin menghidupkan produk kembali.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar