Sabtu, 27 Maret 2021

Makalah Faktor Sosial yang terdiri dari Kelompok dan Keluarga dalam perilaku konsumen

 Achmat Zainuri

180321100075

Perilaku Konsumen

Makalah Faktor Sosial yang terdiri dari Kelompok dan Keluarga dalam perilaku konsumen

Pendahuluan :

Persaingan bisnis dari hari ke hari yang semakin ketat. Hal ini terjadi akibat adanya globalisasi dan perdagangan bebas. Perusahaan dituntut untuk memenangkan persaingan dengan cara mendapatkan pelanggan sebanyak-banyaknya serta juga mempertahankan pelanggan yang sudah dimiliki agar terus loyal. Pada umumnya perusahaan mengalami kesulitan dalam memonitor, memahami dan menganalisis perilaku konsumen secara tepat dan benar, mengingat banyaknya faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen dan adanya perbedaan perilaku untuk masing-masing individu. Dengan demikian perusahaan dituntut untuk dapat memantau perubahan-perubahan perilaku konsumennya, termasuk perilaku konsumen untuk mendapatkan atau memilih produk. Perilaku pembelian seseorang dapat dikatakan sesuatu yang unik, karena preferensi dan sikap terhadap obyek setiap orang berbeda. Selain itu konsumen berasal dari beberapa segmen, sehingga apa yang diinginkan dan dibutuhkan juga berbeda. Masih terdapat banyak faktor yang berpengaruh terhadap keputusan pembelian. Produsen perlu memahami perilaku konsumen terhadap produk atau merek yang ada di pasar, selanjutnya perlu dilakukan berbagai cara untuk membuat konsumen tertarik terhadap produk yang dihasilkan. Untuk membuat ketertarikan tersebut perusahaan perlu membuat strategi pemasaran yang tepat dan dalam hal ini perusahaan harus mengetahui konsep pemasaran yang tepat baginya dalam hal pemasaran. Konsep pemasaran menegaskan bahwa kunci untuk mencapai tujuan organisasional yang ditetapkan adalah perusahaan itu harus menjadi lebih efektif dibandingkan para pesaing dalam menciptakan, menyerahkan, dan mengkomunikasikan nilai pelanggan kepada pasar sasaranyang terpilih. Terdapat beberapa faktor yang dapat mempengaruhi gaya hidup seseorang. Faktor-faktor yang mempengaruhi gaya hidup seseorang adalah faktor sosial dan faktor psikologis. Faktor sosial meliputi budaya, kelas sosial, reference groups (kelompok referensi), dan the family life cycle .

Pembahasan :

Faktor sosial adalah faktor yang dipengaruhi oleh orang-orang sekitar kita. Perilaku seorang konsumen juga dipengaruhi oleh factor-faktor social seperti kelompok acuan (kelompok referensi), keluarga, serta peran dan status sosial. Kelompok acuan seseorang terdiri dari semua kelompok yang mempunyai pengaruh langsung (tatap muka) atau pengaruh tidak langsung terhadap sikap atau perilaku seseorang, seperti keluarga, teman, tetangga, dan rekan kerja.

a.    Kelompok Acuan

Banyak kelompok mempengaruhi perilaku seseorang. Kelompok acuan seseorang terdiri dari semua kelompok yang mempunyai pengaruh langsung (tatap muka) atau pengaruh tidak langsung terhadap sikap atau perilaku seseorang. Kelompok-kelompok yang mempunyai pengaruh langsung terhadap seseorang disebut kelompok keanggotaan (membership groups). Ini merupakan kelompok di mana orang tersebut ikut serta dan berinteraksi. Sebagian merupakan kelompok primer, seperti keluarga, teman, tetangga, dan rekan kerja, yang mana orang tersebut secara terus menerus berinteraksi dengan mereka. Kelompok primer cenderung bersifat informal. Seseorang juga termasuk dalam kelompok sekunder, seperti kelompok religius, kelompok profesi. Kelompok asosiasi perdagangan, yang cenderung bersifat lebih formal dan mempunyai interaksi yang tidak begitu rutin.

b.    Keluarga

 Anggota keluarga merupakan kelompok acuan primer yang saling berpengaruh. Kita bisa membedakan dua keluarga dalam kehidupan pembeli. Keluarga orientasi (family of orientation) terdiri dari orang tua seseorang. Dari orang tua, seseorang memperoleh orientasi terhadap agama, politik, dan ekonomi serta pemahaman atas ambisi pribadi, penghargaan pribadi, dan cinta. Bahkan jika pembeli sudah tidak lagi terlalu sering berinteraksi dengan orang tuanya, pengaruh orang tua terhadap perilaku pembeli tersebut bisa saja tetap signifikan. Di negeranegara di mana orang tua hidup bersama anak-anak mereka yang sudah dewasa, pengaruh mereka dapat saja bersifat substansial. c. Peran dan Status Posisi seseorang dalam tiap kelompok dapat ditentukan dari segi peran dan status. Tiap peran membawa status yang mencerminkan penghargaan umum oleh masyarakat. Contoh : Direktur akan memakai pakaian yang mahal dan mengendarai mobil Mercedes Benz.

 

Kesimpulan :

Faktor sosial merupakan sekelompok orang yang sama-sama mempertimbangkan secara dekat persamaan di dalam status atau penghargaan komunitas yang secara terusmenerus bersosialisasi di antara mereka sendiri baik secara formal dan informal. Faktor sosial adalah sekelompok orang yang mampu mempengaruhi perilaku individu dalam melakukan suatu tindakan berdasarkan kebiasaan. Faktor sosial ini terdiri dari kelompok referensi, keluarga peranan dan status. Yang dimaksud dengan kelompok referensi adalah kelompok yang secara langsung maupun tidak langsung mempengaruhi sikap dan perilaku seseorang. Para anggota keluarga juga dapat memberikan pengaruh yang kuat terhadap perilaku pembeli. Ada dua macam keluarga dalam kehidupan pembeli, yaitu keluarga sebagai sumber orientasi yang terdiri dari orang tua; dan keluarga sebagai sumber keturunan, yaitu pasangan suami istri dan anak-anaknya. Kedudukan seseorang dalam setiap kelompok dapat dijelaskan dalam pengertian peranan dan status. Setiap peran akan mempengaruhi perilaku pembelian seseorang. Hubungan Faktor Sosial dengan Keputusan Pembelian. Setiap manusia dalam kehidupan sehari –harinya selalu bersosialisasi atau berhubungan dengan orang lain. Baik secara langsung maupun tidak langsung. Interaksi yang terjadi secara terus menerus dapat mempengaruhi perilaku pembeliannnya. Faktor sosial merupakan sekelompok orang yang sama-sama mempertimbangkan secara dekat persamaan di dalam status atau penghargaan komunitas yang secara terus menerus bersosialisasi di antara mereka sendiri, baik secara formal dan informal. Tingkah laku konsumen juga dipengaruhi oleh faktor-faktor sosial seperti kelompok referensi, keluarga, serta peran dan status sosial konsumen. Kelompok referensi memiliki pengaruh langsung (tatap muka) atau pengaruh tidak langsung pada sikap dan perilaku seseorang. Kelas sosial kadang-kadang berupa suatu sistem kasta dimana anggota dari kasta yang berbeda untuk peranan-peranan tertentu dapat mengubah keanggotaan kasta mereka, termasuk dalam pembelian suatu produk.. Faktor sosial dapat dilihat dari hubungan dengan teman, keluarga dan orang tua dalam mempengaruhi keputusan pembelian. Semakin tinggi hubungan dengan teman, keluarga dan orang tua, maka semakin tinggi keputusan konsumen untuk melakukan pembelian.

Senin, 15 Maret 2021

 

Hasil diskusi pada pertemuan ke 4 pada perkuliahan Perilaku Konsumen dengan materi faktor psikologis yang mampu memengaruhi keputusan pembelian konsumen. Pada kelompok yang presentasi memaparkan bahwa faktor psikologi yang mampu mempengaruhi keputusan pembelian konsumen ada dua faktor yaitu motivasi dan presepsi.

1.     Motivasi

Menurut Hawkins et. al. (2007) motivasi adalah kekuatan yang menggerakan seseorang untuk melakukan suatu aktivitas atau kegiatan yang mengarah pada perilaku yang di inginkan oleh

seseorang tersebut. Mowen dan Minor (2002) mengatakan bahwa motivasi digerakkan oleh:

Ø  rangsangan, baik dari dalam maupun luar konsumen untuk mengubah suasana dan selanjutnya karena terjadinya perbedaan antara keadaan yang diinginkan dengan keadaan aktual maka akan menimbulkan kebutuhan;

Ø  pengenalan kebutuhan, yang terdiri dari kebutuhan ekspresif yaitu keinginan untuk memenuhi persyaratan sosial dan estetika dalam rangka pemeliharaan konsep diri seseorang dan kebutuhan utilitarian yaitu keinginan untuk menyelesaikan masalah yang mendasar;

Ø  dorongan, yaitu faktor yang membentuk keadaan afektif (emosi dan psikologis lainnya) yang mempengaruhi tingkat keterlibatan seseorang;

Ø  perilaku berdasarkan-tujuan, yaitu tindakan yang dilakukan untuk meringankan keadaan kebutuhan seseorang;

Ø  insentif konsumen misalnya produk, jasa, informasi, dan bahkan orang lain yang diperkirakan oleh konsumen akan memuaskan kebutuhan.

 

Jenis Jenis Motivasi

1.    Motivasi rasional yaitu keinginan konsumen untuk membeli suatu produk yang didasarkan pada kenyataan produk tersebut yang meliputi atribut yang terdapat pada produk serta kondisi produk. Contoh: Kegunaan produk, harga produk, dan kondisi produk.

2.    Motivasi emosional keinginan konsumen untuk membeli suatu produk yang didasarkan atas perasaan atau kesenangan yang didapatkan ketika bisa memiliki produk tersebut. Contoh: pembelian barang mewah untuk menunjukkan status ekonominya.

 

2.     Presepsi

Persepsi adalah suatu proses dimana seseorang memilih, mengatur, dan menafsirkan stimuli menjadi informasi yang dapat memberikan suatu gambaran mengenai sesuatu yang bermakna (Schiffman dan Kanuk, (2007)).

Persepsi adalah sesuatu yang berasal dari interaksi antara dua jenis faktor yaitu:

(a) stimulus factors, yaitu karakteristik objek secara fisik seperti ukuran, warna, bentuk, dan berat. Tampilan suatu produk baik kemasan maupun karakteristiknya mampu

menciptakan rangsangan pada indra seseorang, sehingga mampu menciptakan suatu persepsi mengenai produk yang dilihatnya;

(b) individual factors, yaitu karakteristik yang termasuk di dalamnya tidak hanya terjadi proses pada panca indera tetapi juga pengalaman yang serupa dan dorongan utama

suatu harapan dari individu itu sendiri.

Proses Presepsi

1.    Seleksi

2.    Pengorganisasian

3.    Interpretasi

 

 

Achmat Zainuri

180321100075

 

 

 

 

Minggu, 14 Maret 2021

Kenapa kita harus bisnis Tas, Sekarang!!!

Nama : Achmat Zainuri

NIM : 18032100075

Kelas : RAB-B

Kenapa kita harus bisnis Tas, Sekarang.

 

Pada kelompok 6 dengan ini memutuskan ide bisnis penjualan Tas hal ini telah di sepakati secara besama pada musyawarah penentuan ide bisnis dari beberapa pertimbangan secara matang yang telah dilakukan. Terutamanya dalam hal ini adalah salah satu anggota kelompok 6 yang telah bergabung dan mempunyai bisnis tas sehingga menjadi alasan dasar untuk mengembangkan bisnis tersebut menjadi cakupan yang lebih luas. Selain itu juga ada beberapa pertimbangan yang dilakukan seperti :

Dari saya sendiri perkembangan bisnis fashion yang setiap harinya semakin meningkat, sehingga itu dapat mempengaruhi dunia fashion untuk konsumen dengan membeli tas dengan menyesuaikan pakain yang dikenakan. Selain itu sekarang ini tas bukan hanya sebagai kebutuhan sekolah atau kerja saja. Namun, kini tas menjadi bagian fashion yang banyak digemari konsumen khususnya kaum hawa.  Pada usaha ini juga tidak memerlukan modal yang terlalu besar. Dengan semakin meningkatnya minat para konsumen ini akan produk dari tas, maka membuat usaha ini sangat menguntungkan bagi para pengusaha tas. Sebab tas menjadi keperluan wajib untuk berbusana bagi beberapa masyarakat dari wanita maupun pria. Permintaan akan tas ini yang semakin banyak membuat peningkatan yang sangat bagus. Pada saat menjalankan usaha tas ini juga tidak membutuhkan modal yang banyak, siapa saja bisa menjalankan usaha ini karena usaha tas ini bisa dijalankan dengan modal yang kurang dari Rp. 10 juta.

Dari saudari Ayu Candra tas merupakan produk fashion yang memiliki segmentasi pasar yang luas, mulai dari anak-anak, remaja hingga dewasa. Semua orang pasti memerlukan tas untuk berbagai keperluan.  Sementara itu, bagi wanita, memiliki tas bukan saja untuk membawa berbagai barang untuk bepergian, namun juga sudah menjadi aksesori yang wajib dipakai. peluang usaha tas wanita ternyata sangatlah besar dan prospektif sekali. Hampir setiap hari muncul model tas terbaru untuk beragam keperluan wanita. Baik tas untuk kerja, untuk shoping, buat arisan, hingga model tas yang sekedar untuk tampil modis dan elegan. Dari sekian banyak segmen yang ada, ternyata wanita merupakan pasar yang sangat potensial. Menurut saya berbisnis tas wanita ini memiliki peluang besar dalam mencari pangsa pasar.

Dari saudara Miftahol Aripin selain permintaan yang setiap harinya semakin meningkat, bisnis fashion ini cukup menjajikan dan mempunyai peluang tinggi. Sebab hampir semua produk fashion, selalu laris diserbu para konsumen. Salah satunya produk tas, dimana tas ini tidak hanya sebagai kebutuhan sekolah atau kerja saja. Tas juga menjadi bagian fashion yang banyak diminati khususnya wanita baik dari kalangan muda dan tua. Dengan meningkatnya minat konsumen akan produk tas tentu menjadi keuntungan besar bagi penggelut bisnis ini. Tas yang menjadi salah satu kebuthan wajib bagi sebagian besar masyarakt berpengaruh terhadap permintaan pasar yang kian meningkat.  Terlebih untuk memulai bisnis tas ini, tidak memerlukan modal yang terlalu besar. Dalam pemilihan produk tas ini didasarkan salah satu anggota kelompok sudah menjalankan bisnis ini sebelumnya, mempunyai pelanggan dan juga pasar. Sehingga tidak susah dalam menjalankan bisnis ini, tinggal bagaimana caranya kita mengembangkan bisnis ini dalam memperluas pasar yang ditargetkan.

Dari saudari Rofiah Nur Aini Arrohmah ide bisnis yang akan dijadikan bisnis oleh kelompok 6 yaitu usaha tas wanita. Seperti yang kita tahu usaha dalam bidang fashion sangat berkembang pesat saat ini.  Tidak terkecuali usaha dalam bidang  pemasaran tas wanita. Kebutuhan tas tentunya akan selalu meningkat seiring dengan modifikasi variasi tas yang ada. Kebutuhan akan tas sudah menjadi kebutuhan yang umum bagi wanita. Hal ini karena tas selalu dibawa kemana wanita pergi sebagai wadah baik main dengan teman, acara formal maupun acara lainnya. Hal tersebut membuat usaha produksi dan pemasaran tas memiliki prospek yang bagus.

Berbisnis tas wanita selain memiliki prospek yang menjanjikan, juga memiliki pasar yang luas. Mulai dari anak muda hingga ibu rumah tangga bisa menjadi target pasar yang cerah. Usaha dalam bidang tas wanita ini juga tidak memerlukan modal yang besar. Jika ingin merambah ke usaha tas ini, kita juga bisa mulai berjualan dengan sistem dropship terlebih dahulu. Ini tentunya tidak memerlukan modal yang terlalu besar hanya kita harus sering posting di sosial media saja. Seiring berkembangnya teknologi saat ini memasarkan produk bukan sesuatu yang sulit. Berbagai kemudahan untuk mendapatkan informasi membuat kita dapat memasarkan produk tas ini secara online. Pemasaran secara online dapat menjadi peluang untuk menjangkau pasar yang lebih luas. Beberapa media online yang dapat kita manfaatkan diantaranya facebook, instagram, shopee, dan marketplace lainnya. Dengan berbagai sosial media dan marketplace tersebut kita dapat menjangkau konsumen dilain kota bahkan dilain provinsi sekalipun. Selain itu, beberapa marketplace seperti shopee dapat mempermudah transaksi dan pengiriman produk.

Selain adanya kemudahan teknologi yang dapat mempermudah kita dalam memasarkan produk, supplier juga menjadi kunci utama dalam menjalankan bisnis. Mencari supplier yang terpercaya tentunya tidak semudah yang kita bayangkan. Tidak sedikit supplier abal abal yang menawarkan produknya dengan harga yang murah namun berujung penipuan. Untuk mendapatkan supplier tas maka juga harus mendapatkan supplier yang terpercaya dan yang menawarkan banyak model. Dalam hal pencarian supplier ini kebetulan salah satu dari anggota kelompok 6 dekat dengan lokasi supplier yang menawarkan berbagai macam tas lokal murah. Tidak hanya dari segi harganya saja yang murah, namun kualitas produk yang dijual pun juga bersaing. Oleh karena itu dengan adanya kemudahan mendapatkan supplier yang murah dan terpercaya maka kami memutuskan untuk memilih ide bisnis tas.

Makalah Proses pembentukan perilaku konsumen

  Makalah Proses pembentukan perilaku konsumen Pendahuluan : Pemahaman kebutuhan dan proses pembelian konsumen adalah sangat penting dala...