Jumat, 15 November 2019

2019 di usiaku ke-21, aku telah hidup selama 21 tahun tanpa ayah bahkan sejak sebelum aku lahir. He left my mom. My father left my mom, iya pas masih dalam kandungan. Januari 1998, perempuan berusia 20 tahun merantau di Jakarta demi sesuap nasi. Ia pergi bersama pria brengsek yang aku pun belum pernah melihatnya. September 1998 ia pingsan di depan bangunan pabrik tempat bekerja. Saat itu, ia sedang mengandungku. Kurang lebih usia kandungannya 9 bulan, untung satpam pabrik sangat baik dan mengantar perempuan itu ke RS. Tak selang beberapa lama, lahirlah aku. Ke mana pria brengsek itu? Dia sudah pergi sejak beberapa bulan yg lalu, bahkan ia tidak mau menengokku sama sekali. Ibuku melahirkan di salah satu klinik di Jakarta, ya aku memang lahir di Ibu Kota. Ibuku tak punya apa-apa, bahkan untuk membayar biaya persalinan Ia harus meminjam satpam pabrik tersebut. Sungguh mulia hatimu, Pak. Aku tidak tau jika tak ada engkau saat itu, mungkin aku tidak bisa bernafas hingga saat ini. Ibuku adalah orang yang kuat. Sosok yang mampu berperan ganda sebagai seorang ayah. Ketika usiaku 7 hari, Ibuku memutuskan untuk pulang ke kampung di Banjarnegara. Ia menitipkanku pada kakek & nenek lalu kembali merantau untuk mencari secercah penghidupan di Ibu Kota. GA ADA SEPESERPUN RUPIAH dari ayah yg menempel di tubuhku. Baru pertama kali aku nanya ke Ibu pas lebaran kemaren, "Mah, Ayah Bayu ada di mana?" Ibu cuma bisa nangis sambil meluk. Ga tega liat beliau nangis. Jadi aku akhiri saja obrolan waktu itu. Ada ataupun tidaknya ayah, sekarang aku bahagia. Bahkan, aku memanggil Kakek dengan sebutan Bapak, begitu juga memanggil Nenek dengan sebutan Ibu. Bahkan hingga saat ini. Saat ini mereka hampir menginjak usia 70 tahun. Kulitnya sudah keriput, sakit-sakitan dan badannya pun mulai mengurus. Sebuah pelukan hangat selalu aku berikan saat pulang dari kota perantauan. Untuk Ibu dan Kakek/Nenekku. Terima kasih sudah membesarkan dan merawat hingga usia 21 tahun. Masa-masa SD adalah masa terberatku. Tiap liat temen2 pada dianter ke sekolah, aku ga pernah sama sekali. Hari pertama kelas 1 SD pun aku berangkat sendirian. Uang saku cuma Rp 100, kadang Rp 200, kadang malah ga dikasih uang saku karena emang ga ada uang sama sekali. Kelas 3 SD aku jualan keripik dan buah2an di sekolah, tanaman buah milik kakek (duku, rambutan, manggis). Lumayan buat uang saku. Pernah juga cuma makan nasi + garam, nasi + bawang goreng doang. Ga ada kendaraan selain sepeda othel, ke mana-mana pasti Kakek naik sepeda. Motor ga punya, sepeda pun sepeda tua. Tiap ke dokter atau ke pasar, selalu naik sepeda kalau gak becak. Pengin banget naik motor, liat tetangga dan temen2 bikin iri. Sekarang, roda udah berputar. Aku bisa kuliah, nyari uang sendiri, ke luar negeri gratis, beli banyak hal pake uang sendiri. Semua ini gak lain buat Ibu dan Kakek/Nenekku. Semoga sehat terus ya. Love you! Bukan hal ringan yg aku lewati. Saat kecil, orang2 selalu bertanya "Ayahmu ke mana?" "Sekarang yg biayain siapa?" Pertanyaan yg selalu menyayat hati, bayangkan saja. Usia anak SD sudah dicerca pertanyaan seperti itu. Oh iya, Happy Fathers Day to my Mom.

tulisan ini di ambil dari kolom komentar di video mas
Kunto Aji - Pilu Membiru Experience, yang di tulis Bayu Prasetya

Senin, 04 November 2019

Kuliah Tamu Hidroponik

Hidroponik adalah budidaya menanam dengan memanfaatkan air tanpa menggunakan tanah dengan menekankan pada pemenuhan kebutuhan nutrisi bagi tanaman. Kebutuhan air pada hidroponik lebih sedikit daripada kebutuhan air pada budidaya dengan tanah. Hidroponik menggunakan air yang lebih efisien, jadi cocok diterapkan pada daerah yang memiliki pasokan air yang terbatas.alam kajian bahasa, hidroponik berasal dari kata hydro yang berarti air dan ponos yang berarti kerja. Jadi, hidroponik memiliki pengertian secara bebas teknik bercocok tanam dengan menekankan pada pemenuhan kebutuhan nutrisi bagi tanaman, atau dalam pengertian sehari-hari bercocok tanam tanpa tanah. Dari pengertian ini terlihat bahwa munculnya teknik bertanam secara hidroponik diawali oleh semakin tingginya perhatian manusia akan pentingnya kebutuhan pupuk bagi tanaman.

Di mana pun tumbuhnya sebuah tanaman akan tetap dapat tumbuh dengan baik apabila nutrisi (unsur hara) yang dibutuhkan selalu tercukupi. Dalam konteks ini fungsi dari tanah  adalah untuk penyangga tanaman dan air  yang ada merupakan pelarut nutrisi, untuk kemudian bisa diserap tanaman. Pola pikir inilah yang akhirnya melahirkan teknik bertanam dengan hidroponik, di mana yang ditekankan adalah pemenuhan kebutuhan nutrisi.

Sistem hidroponik bisa digunakan untuk mengatasi masalah kekurangan lahan yang semakin tahun semakin sempit. Diharapkan hidroponik mampu menjadi manfaat untuk masa depan karena mampu diberdayakan dalam kondisi lahan sempit.

Makalah Proses pembentukan perilaku konsumen

  Makalah Proses pembentukan perilaku konsumen Pendahuluan : Pemahaman kebutuhan dan proses pembelian konsumen adalah sangat penting dala...