Nama : Achmat Zainuri
Nim : 180321100075
Shift : B_1
Mungkin hari ini adalah
hari terakhirku untuk memajakan diri dikampung halamanku.
Besok aku sudah
menghirup udara – udara perantauan. Ini adalah awal kalinya aku jauh dari
kelurga dan orang – orang yang menyayanggiku dengan seutuhnya. Perasaan begitu
kacau ingin rasanya untuk berdiam diri di rumah, tidak untuk merantau, tidak
untuk menjauhkan diri dari kelurga tercinta dan orang orang terkasih nan
sayang.
Tepatnya
10 Agustus 2018 sekitar pukul 11:31 WIB, aku menginjakkan kaki ku di kota besar
di surabaya. Kala itu aku adalah pengalaman pertama merantau setiap momen
selalu ku ingat untuk ku ceritakan kepada anak cucuku kelak. Aku bersama kawan
– kawan ku se daerah dari Jombang bersama – sama menyewa sebuah angkutan online
yang begitu populer GRAB namanya.
Setiap
momen aku abadikan dengan kamera handphone
Jadulku XIOMI REDMI NOTE 3
merknya. Setelah sampai di tanah garam julukan untuk Madura, aku merasa takut.
Jujur dari lubuk hatiku yang paling dalam karena seperti yang digambarkan orang
– orang diluar sana. Madura itu keras, banyak begal, banyak carok dan sedikit-dikit carok (bacokan untuk lebih dikenalnya orang jawa), di sana tandus, gersang
dan lain – lain.
Aku
mencoba menampik semua hal tentang itu, karena aku disini mencari ilmu, buka musuh,
disini aku mengejar pendidikan bukan lawan. Jadi aku dan kawan – kawan mencoba
untuk lebih tegar. Tapi jangan salah dari semua kejelekan yang telah di
paparkan orang luar. Semuanya tidak ada yang sempurna kawan. Madura juga begitu
dari itu semuanya ada hikmahnya. Madura itu keras, iya saya akui Madura memang
keras. Dari keras itulah kita di ajarkan tentang sebuah sifat kerja keras utnuk
mencapai tujuan awal kita merantau. Madura itu banyak begal, iya saya akui
memang banyak begal bersyukurlah kamu kawan dari keadaan seperti inilah tuhan
menggajarkan kita untuk lebih hati – hati dalam setiap tindakan dan tutur kata.
Madura itu tandus , gersang kita juga harus bersyukur kepada ﷲ karena ﷲ
menciptakan sesuatu itu pasti bermanfaat bagi hambanya. Kita yang tinggal di
tempat tersebutlah diberi kesempatan oleh ﷲ untuk merubahnya menjadi yang lebih
baik lagi.
Sudah jadi curhat tentang madura
nih........!!!! Kembali ke awal cerita tadi. Setelah tiba di madura lebih
tepatnya dusun Telang desa Kamal kecamatan Kamal Kabupaten Bangkalan. Aku
menuju sebuah rumah lebih tepatnya basecamp
KUMBANG (untuk cerita tentang kumbang
skip dulu ya.....) bertempat di perumahan Graha Trunojoyo Blok B-14, Kamal
Bangkalan.
Pikiran pertamaku kok gini yaa......
ruangannya kecil beda sama rumah di kampung halamanku. Tapi aku tetap bersyukur
tempatnya lebih dekat dari kampus jadi aku tidak capek – capek untuk jalan
kaki. Lagi pula biayanya juga murah jadi Alhamdhulillah bisa mengurangi uang
bulananku. Setelah berbenah diri dan menata baju yang aku bawa. Satu satu
penghuni perumahan Graha Trunojoyo Blok B-14 mulai berdatangan. Kami saling
berkenalan, dan mengobrol tentang mengapa bisa sampai merantau di tanah garam
ini.
Besoknya kami bersama - sama untuk
melakukan salah satu rentetan kegiatan PKKMABA (Pengenalan Kehidupan Kampus
Mahasiswa Baru).
Seperti Kampus – kampus lainya, kegiatan
PKKMABA Universitas Trunojoyo Madura mengenalkan kehidupan kampus kepada
mahasiswa baru untuk membantu proses adaptasi dari masa – masa SMA,
mempersiapkan psikologis dan sosial mahasiswa baru untuk menghadapi kerasnya
kehidupan perguruan tinggi yang berbanding terbalik terhadap ftv - ftv yang
telah digambarkan selama ini, mengenalkan
nilai budaya, tatakrama, dan etika dalam berilmu. Kegiatan PKKMABA SAKERA
Universitas Trunojoyo Madura dilaksanakan dari tanggal 12 Agustus 2018 sampai
17 Agustus 2018. Lalu peserta diserahkan ke fakultas masing – masing dengan
ketentuan fakultas itu sendiri. Setiap OSPEK atau PKKMABA pasti mempunyai kesan
dan cerita tersendiri. Apalagi kita mendapatkan teman baru di setiap Ospek dan
pengalaman – pengalaman yang tidak akan terlupakan seumur hidup. Berlanjut
dengan ospek fakultas setelah selesai dan diserahkan ke prodi masing – masing.
Kebetulan prodiku adalah Agribissnis,
beserta mahasiswa lainya aku disambut dengan ceria oleh panitia GEMPITA nama
kegiatan ospek prodi (Gelanggang
Mahasiswa Pertanian Agribisnis Universitas Trunojoyo Madura 2018). Tema
kegiatan ospek tersebut terngiang-ngiang di pikiranku hingga saat ini, mengapa
demikian. Karena setiap kegiatan yang dilaksanakan tidak akan terlupakan. Mulai
dari awal penyerahan dari ospek fakultas atau AT (Agriculture Training) atau ospek neraka sebutan dari sebagaian
mahasiswa baru 2018 :v J.
Mengapa demikian karena kita di AT benar – benar seperti di neraka :v dimana
itu isinya hanya marah – marah dan mencari setitik kesalahan mahasiswa baru.
Hehehe nggak semuaya sih isinya marah – marah doang pasti setiap apa yang kita
lakukan pasti ada hikmah yang dapat kita ambil. Seperti di AT kita diajarkan leadership atau kepemimpinan,
Keorganisasian, dan masih banyak lagi. Berlanjut ke GEMPITA di awal kita
berburuk sangka pasti ini ospek seperti ospek AT yang ada komdis (komisi disiplin), namun ternyata dugaan
awal kami salah kami di awal diberi minum karena kehausan setelah lari – lari
di ospek AT.
Singkat cerita setalah kami mengikuti
beberapa rentetan kegiatan GEMPITA dari materi pertama history HIMAGRI
singkatan (Himpunan Mahasiswa Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Trunojoyo
Madura). Di materi ini kami dipaparkan awal berdirinya sebuah organisasi
HIMAGRI itu sendiri, pendiri – pendiri HIMAGRI, visi serta misi dari HIMAGRI
dan arti lambang HIMAGRI itu sendiri. Dan dilanjutkan dengan materi kedua yaitu
organisasi dan kepanitiaan. Di organisasi kita diberikan sebuah wawasan tentang
susunan sebuah organisasi dan dalam materi kepanitian kita dipaparkan tentang
apa saja yang dibutuhkan dalam merancang sebuah acara hingga sukses. Kemudian
di materi ketiga tentang kepemimpinan etika, etika etika atau tingkah laku yang
seharusnya kita lakukan dalam mempengaruhi dan mengerakkan orang lain atau diri
sendiri. Lalu di materi ke empat tentang menwa dan menko apa itu? penasaran ya
pertama aku juga penasaran sih. Ternyata menwa itu manajemen waktu dimana kita
sebagai mahasiswa harus pandai – pandai untuk mengatur dan memanfaatkan setiap
bagian dari waktu agar dapat melaksanakan sebuah aktivitas tertentu. Sebagai
mahasiswa pasti banyak kegiatan – kegiatan yang harus di ikuti untuk itulah
materi ini sangatlah penting bagi mahasiswa dalam mengatur waktunya. Sedangkan
menko itu sendiri ialah manajemen konflik ialah dimana mahasiswa diajarkan
untuk mengatur dan menyelesaikan sebuah permasalahan dalam dirinya.
Singkat cerita setelah itu ada kegiatan
rentetan dari kegiatan GEMPITA yaitu Diklat. Diklat ini dilaksanaan empat hari
mulai pada Kamis, 30 Agustus 2018 sampai Minggu 2 September 2018 di bumi
perkemahan Coban Rondo, Malang, Jawa Timur. Kegiatan ini sangat mengesankan.
Mengapa sih mengesankan ya karena disana kami bukan hanya pindah tempat tidur
saja, kami diajarkan pentingnya sebuah kebersamaan, rasa kekeluargaan dan
saling peduli banyak sih nggak bisa disebutkan satu persatu jadi yang kurang
jelas bisa pc saya ya. Komentar dibawah insha allah ﷲ aku balas kok sekian
terimakasih.
love you:*




Tidak ada komentar:
Posting Komentar