Senin, 19 November 2018

TRUNOJOYOKU CINTAKU


 

Nama : Achmat Zainuri
Nim     : 180321100075
Shift     : B_1



Mungkin hari ini adalah hari terakhirku untuk memajakan diri dikampung halamanku.


Besok aku sudah menghirup udara – udara perantauan. Ini adalah awal kalinya aku jauh dari kelurga dan orang – orang yang menyayanggiku dengan seutuhnya. Perasaan begitu kacau ingin rasanya untuk berdiam diri di rumah, tidak untuk merantau, tidak untuk menjauhkan diri dari kelurga tercinta dan orang orang terkasih nan sayang.

 






Tepatnya 10 Agustus 2018 sekitar pukul 11:31 WIB, aku menginjakkan kaki ku di kota besar di surabaya. Kala itu aku adalah pengalaman pertama merantau setiap momen selalu ku ingat untuk ku ceritakan kepada anak cucuku kelak. Aku bersama kawan – kawan ku se daerah dari Jombang bersama – sama menyewa sebuah angkutan online yang begitu populer GRAB namanya.
Setiap momen aku abadikan dengan kamera handphone Jadulku XIOMI REDMI NOTE 3 merknya. Setelah sampai di tanah garam julukan untuk Madura, aku merasa takut. Jujur dari lubuk hatiku yang paling dalam karena seperti yang digambarkan orang – orang diluar sana. Madura itu keras, banyak begal, banyak carok dan sedikit-dikit carok (bacokan untuk lebih dikenalnya orang jawa), di sana tandus, gersang dan lain – lain.
Aku mencoba menampik semua hal tentang itu, karena aku disini mencari ilmu, buka musuh, disini aku mengejar pendidikan bukan lawan. Jadi aku dan kawan – kawan mencoba untuk lebih tegar. Tapi jangan salah dari semua kejelekan yang telah di paparkan orang luar. Semuanya tidak ada yang sempurna kawan. Madura juga begitu dari itu semuanya ada hikmahnya. Madura itu keras, iya saya akui Madura memang keras. Dari keras itulah kita di ajarkan tentang sebuah sifat kerja keras utnuk mencapai tujuan awal kita merantau. Madura itu banyak begal, iya saya akui memang banyak begal bersyukurlah kamu kawan dari keadaan seperti inilah tuhan menggajarkan kita untuk lebih hati – hati dalam setiap tindakan dan tutur kata. Madura itu tandus , gersang kita juga harus bersyukur kepada ﷲ karena ﷲ menciptakan sesuatu itu pasti bermanfaat bagi hambanya. Kita yang tinggal di tempat tersebutlah diberi kesempatan oleh ﷲ untuk merubahnya menjadi yang lebih baik lagi.
Sudah jadi curhat tentang madura nih........!!!! Kembali ke awal cerita tadi. Setelah tiba di madura lebih tepatnya dusun Telang desa Kamal kecamatan Kamal Kabupaten Bangkalan. Aku menuju sebuah rumah lebih tepatnya basecamp KUMBANG (untuk cerita tentang kumbang skip dulu ya.....) bertempat di perumahan Graha Trunojoyo Blok B-14, Kamal Bangkalan.
Pikiran pertamaku kok gini yaa...... ruangannya kecil beda sama rumah di kampung halamanku. Tapi aku tetap bersyukur tempatnya lebih dekat dari kampus jadi aku tidak capek – capek untuk jalan kaki. Lagi pula biayanya juga murah jadi Alhamdhulillah bisa mengurangi uang bulananku. Setelah berbenah diri dan menata baju yang aku bawa. Satu satu penghuni perumahan Graha Trunojoyo Blok B-14 mulai berdatangan. Kami saling berkenalan, dan mengobrol tentang mengapa bisa sampai merantau di tanah garam ini.
Besoknya kami bersama - sama untuk melakukan salah satu rentetan kegiatan PKKMABA (Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru).
 


 




Seperti Kampus – kampus lainya, kegiatan PKKMABA Universitas Trunojoyo Madura mengenalkan kehidupan kampus kepada mahasiswa baru untuk membantu proses adaptasi dari masa – masa SMA, mempersiapkan psikologis dan sosial mahasiswa baru untuk menghadapi kerasnya kehidupan perguruan tinggi yang berbanding terbalik terhadap ftv - ftv yang telah digambarkan selama ini,  mengenalkan nilai budaya, tatakrama, dan etika dalam berilmu. Kegiatan PKKMABA SAKERA Universitas Trunojoyo Madura dilaksanakan dari tanggal 12 Agustus 2018 sampai 17 Agustus 2018. Lalu peserta diserahkan ke fakultas masing – masing dengan ketentuan fakultas itu sendiri. Setiap OSPEK atau PKKMABA pasti mempunyai kesan dan cerita tersendiri. Apalagi kita mendapatkan teman baru di setiap Ospek dan pengalaman – pengalaman yang tidak akan terlupakan seumur hidup. Berlanjut dengan ospek fakultas setelah selesai dan diserahkan ke prodi masing – masing.
Kebetulan prodiku adalah Agribissnis, beserta mahasiswa lainya aku disambut dengan ceria oleh panitia GEMPITA nama kegiatan ospek prodi (Gelanggang Mahasiswa Pertanian Agribisnis Universitas Trunojoyo Madura 2018). Tema kegiatan ospek tersebut terngiang-ngiang di pikiranku hingga saat ini, mengapa demikian. Karena setiap kegiatan yang dilaksanakan tidak akan terlupakan. Mulai dari awal penyerahan dari ospek fakultas atau AT (Agriculture Training) atau ospek neraka sebutan dari sebagaian mahasiswa baru 2018 :v J. Mengapa demikian karena kita di AT benar – benar seperti di neraka :v dimana itu isinya hanya marah – marah dan mencari setitik kesalahan mahasiswa baru. Hehehe nggak semuaya sih isinya marah – marah doang pasti setiap apa yang kita lakukan pasti ada hikmah yang dapat kita ambil. Seperti di AT kita diajarkan leadership atau kepemimpinan, Keorganisasian, dan masih banyak lagi. Berlanjut ke GEMPITA di awal kita berburuk sangka pasti ini ospek seperti ospek AT yang ada komdis (komisi disiplin), namun ternyata dugaan awal kami salah kami di awal diberi minum karena kehausan setelah lari – lari di ospek AT.
Singkat cerita setalah kami mengikuti beberapa rentetan kegiatan GEMPITA dari materi pertama history HIMAGRI singkatan (Himpunan Mahasiswa Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Trunojoyo Madura). Di materi ini kami dipaparkan awal berdirinya sebuah organisasi HIMAGRI itu sendiri, pendiri – pendiri HIMAGRI, visi serta misi dari HIMAGRI dan arti lambang HIMAGRI itu sendiri. Dan dilanjutkan dengan materi kedua yaitu organisasi dan kepanitiaan. Di organisasi kita diberikan sebuah wawasan tentang susunan sebuah organisasi dan dalam materi kepanitian kita dipaparkan tentang apa saja yang dibutuhkan dalam merancang sebuah acara hingga sukses. Kemudian di materi ketiga tentang kepemimpinan etika, etika etika atau tingkah laku yang seharusnya kita lakukan dalam mempengaruhi dan mengerakkan orang lain atau diri sendiri. Lalu di materi ke empat tentang menwa dan menko apa itu? penasaran ya pertama aku juga penasaran sih. Ternyata menwa itu manajemen waktu dimana kita sebagai mahasiswa harus pandai – pandai untuk mengatur dan memanfaatkan setiap bagian dari waktu agar dapat melaksanakan sebuah aktivitas tertentu. Sebagai mahasiswa pasti banyak kegiatan – kegiatan yang harus di ikuti untuk itulah materi ini sangatlah penting bagi mahasiswa dalam mengatur waktunya. Sedangkan menko itu sendiri ialah manajemen konflik ialah dimana mahasiswa diajarkan untuk mengatur dan menyelesaikan sebuah permasalahan dalam dirinya.
Singkat cerita setelah itu ada kegiatan rentetan dari kegiatan GEMPITA yaitu Diklat. Diklat ini dilaksanaan empat hari mulai pada Kamis, 30 Agustus 2018 sampai Minggu 2 September 2018 di bumi perkemahan Coban Rondo, Malang, Jawa Timur. Kegiatan ini sangat mengesankan. Mengapa sih mengesankan ya karena disana kami bukan hanya pindah tempat tidur saja, kami diajarkan pentingnya sebuah kebersamaan, rasa kekeluargaan dan saling peduli banyak sih nggak bisa disebutkan satu persatu jadi yang kurang jelas bisa pc saya ya. Komentar dibawah insha allah ﷲ aku balas kok sekian terimakasih.
love you:*




Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Makalah Proses pembentukan perilaku konsumen

  Makalah Proses pembentukan perilaku konsumen Pendahuluan : Pemahaman kebutuhan dan proses pembelian konsumen adalah sangat penting dala...